Renungan Hari Rabu, 22 April 2026, Hari Rabu Pekan III Paskah

weismeralda@gmail.com 22-Apr-2026 07:46:54

Bacaan 1: Kisah Para Rasul 8:1b-8
Bacaan Injil: Yohanes 6:35-40

“Roti Hidup di Tengah Hambatan”
Kemarin kita memperingati Hari Kartini, pejuang Perempuan yang menginspirasi. Hari ini kita juga diajak untuk mengikuti semangat juang para Rasul dalam memberitakan Injil. Kisah Para Rasul 8:1b-8, banyak kendala dan mengalami tantangan yang dihadapi para murid. Di buru oleh Saulus untuk di bunuh, tidak membuat kendor semangat juang para murid. Bahkan membawa Filipus sampai ke daerah Samaria, wilayah yang dianggap “Najis” oleh orang-orang Yahudi, bertolak belakang dengan pandangan Yesus – perumpamaan tentang “Orang Samaria yang Murah Hati”, justru orang Samaria menjadi teladan kasih kepada sesama. Di dalam penganiayaan jemaat, Roh Kudus bekerja melampaui batas geografis maupun religious. Sukacita besar terjadi didalamnya, kuasa penyembuhan dalam pewartaan Injil di wilayah Samaria. Bagi Filipus, Tuhan lebih besar daripada masalah yang dihadapi. Tafsir Jerusalem Bible, penganiayaan yang dialami oleh jemaat maupun para murid bukanlah tanda bahwa Tuhan meninggalkan Gereja, melainkan cara Tuhan “menyebarkan benih” sampai ke Yudea dan Samaria. Kalau para murid tetap berada dalam zona nyaman di Yerusalem, Injil tidak akan sampai ke bangsa-bangsa lain.
Beralih ke Injil hari ini, Yohanes 6:35-40, Yesus mengajak kita untuk mengenali Roti Hidup yaitu Yesus sendiri. Tafsir Jerusalem Bible, pernyataan Yesus “Akulah Roti Hidup” bukanlah sekadar metafora, melainkan penggenapan dari Manna di padang gurun, menunjukkan iman sebagai cara “makan”. Barangsiapa datang dan percaya, tidak akan pernah haus atau lapar lagi (ayat 35). Begitu juga, kehendak Bapa: bahwa Yesus tidak akan membiarkan satu pun “hilang” dari mereka yang telah diberikan kepada-Nya (ayat 39-40).
Dari dua bacaan ini, ada kehendak Tuhan yang tidak terhentikan (bacaan pertama, Kisah Para Rasul 8:1b-8) dan kepuasan sejati dalam Kristus (bacaan Inji, Yohanes 6:35-40) yang menjadi jaminan keselamatan bagi kita. Masalah tidak menghentikan rencana Tuhan, justru itu menjadi “bahan bakar” bagi misi kita hari ini. Seringkali dalam hidup, kita merasa masalah atau kesulitan sebagai penghalang iman. Tuhan seringkali menggunakan situasi sulit untuk membawa kita ke “Samaria” yang baru. Tuhan seringkali menggunakan situasi sulit/masalah yang terjadi dalam hidup kita untuk membawa kita semakin mendekatkan diri pada-Nya. Jangan fokus pada masalah, fokus pada misi Tuhan seperti yang dilakukan Filipus. Saat merasa letih, lelah, lesu, hampa, tidak berdaya, jangan cari pelarian duniawi, namun ambil waktu “makan” Firman Tuhan dan doa. Saat merasa gagal atau berdosa, jangan menjauh dari Tuhan, datanglah dengan percaya akan janji-Nya. Mulailah dari langkah kecil: percayalah, Tuhan ada dan hadir dalam setiap kejadian hari ini, kesempatan Tuhan untuk menyatakan kasih-Nya melalui diri Anda. Temukan sukacita (Joy) dalam buah dari penerimaan Firman Tuhan dan milikilah iman (Faith) sebagai tindakan “makan Roti Hidup” yang memberikan kehidupan kekal. Tuhan Yesus Memberkati.
Doa singkat: Bapa yang penuh Kasih, terima kasih untuk penyertaan-Mu, memberikan Roti Hidup yaitu Yesus Kristus sendiri kepada kami dalam perjalanan kehidupan yang seringkali terasa gersang dan penuh tantangan. Berilah kami keberanian dan semangat seperti Filipus untuk mewartakan sukacita Injil dalam setiap pergumulan/kesulitan. Ingatkan dan bawalah kami selalu datang kepada Yesus Kristus, Putra-Mu dengan iman, supaya kami tidak pernah lapar dan haus lagi, sampai kami bangkit bersama Yesus Kristus pada akhir zaman, Amin.

Sumber: https://web.whatsapp.com/Sr Ingnawati