Renungan Hari Rabu, 21 Oktober 2026, Pekan Biasa XXIX

weismeralda@gmail.com 21-Oct-2026 07:40:44

Bacaan 1: Surat Rasu; Paulus kepada Jemaat di Efesus 3:2-12
Bacaan Injil: Lukas 12:39-48

MENGELOLA ANUGERAH TUHAN dengan SETIA dan WASPADA

Berkah Dalem,

Bacaan hari ini mengingatkan kita sebagai ahli waris anugerah Allah untuk setia dan waspada mengelolanya. Ada sebuah kisah yang bisa kita renungkan bersama untuk memahami kedua bacaan hari ini:

Petrus, seorang guru muda dari desa terpencil, mendapat beasiswa S2 di luar negeri dan peluang karier gemerlap. Ia "diberi banyak" anugerah oleh Tuhan, yaitu: kecerdasan, jaringan, dan peluang emas untuk berkarier gemerlap di kota metropolitan dengan gaji tinggi. Banyak rekannya berkata, "Sekarang saatnya kamu menikmati hasil jerih payahmu, tinggalkan masa lalumu yang tertinggal."

Namun, selama masa studinya, ia terinspirasi oleh Efesus 3 tentang kasih karunia Allah yang inklusif. Ia menyadari bahwa anak-anak desa, termasuk yang berkebutuhan khusus, juga berhak atas pendidikan yang layak. Alih-alih memilih kenyamanan pribadi, ia kembali ke desanya untuk membangun sekolah inklusif, melatih guru lokal, dan mengelola dana pendidikan. Ia yakin bahwa segala yang "diberikan secara berlimpah" kepadanya harus didistribusikan untuk sesama, bukan ditimbun.

Kisah Petrus ini mencerminkan keselarasan sempurna antara memahami wahyu kasih karunia yang inklusif (Efesus 3) dan meresponsnya dengan pengelolaan talenta yang setia serta waspada untuk kemuliaan Tuhan (Lukas 12).

Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Rasul Paulus berbicara tentang “rahasia” (μυστήριον =  mystērion). Kata ini tidak berarti "sesuatu yang membingungkan atau tidak bisa dipahami", melainkan "rahasia ilahi yang sebelumnya tersembunyi, tetapi sekarang telah dinyatakan" oleh Allah. Rasul Paulus memberikan peneguhan bagi jemaat perdana yang sebagian besar adalah bangsa-bangsa non-Yahudi bahwa mereka turut serta menjadi ahli waris, anggota tubuh, dan penerima janji yang sama dalam Kristus Yesus. Rasul Paulus juga menjelaskan dalam suratnya tentang tugas penyelenggaraan (οἰκονομία,  berasal dari dua kata: oikos (rumah) dan nemein (mengelola atau membagikan), yang berarti "pengelolaan rumah tangga".

Dalam konteks Kitab Suci, khususnya Efesus 3:2, saat Paulus berbicara tentang "pengelolaan kasih karunia Allah", oikonomia diterjemahkan sebagai tatalaksana, kepengurusan, atau stewardship (pemeliharaan). Hal ini merujuk pada tanggung jawab seseorang yang dipercaya oleh Tuhan untuk mengelola sumber daya, wahyu, atau kasih karunia yang diberikan kepadanya, bukan untuk dimiliki sendiri, melainkan untuk dibagikan demi tujuan Allah.

Sekarang kita beralih ke bacaan Injil Lukas 12:39-48. Yesus menggunakan dua gambaran yaitu: tuan rumah yang waspada terhadap pencuri, dan perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang lalai. Yesus memberikan peringatan (ayat 48): “Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut daripadanya”. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab berbanding lurus dengan anugerah dan pengetahuan yang diterima. Hamba yang tahu kehendak tuannya tetapi tidak melakukannya akan menerima hukuman yang lebih berat. Ini memberikan penekanan bahwa pengetahuan rohani membawa tanggung jawab moral yang lebih besar yaitu: membawa keselamatan jiwa bagi sesama.

Benang merah Efesus 3 dan Lukas 12 menegaskan bahwa anugerah besar sebagai ahli waris Allah bukan untuk membuat kita puas diri, melainkan menuntut kita menjadi pengelola setia yang waspada, rendah hati, dan melayani sesama dengan kasih.

Mari kita sadari bahwa setiap jabatan dan anugerah yang Tuhan percayakan bukanlah alasan untuk kita puas diri. Mari kita bangkit menjadi “pengelola setia”. Di tempat kerja maupun di lingkungan Gereja, mari kita gunakanlah posisi kita bukan untuk menindas, melainkan untuk memberdayakan sesama, membela yang lemah, dan menebarkan kasih Tuhan dengan penuh kewaspadaan menantikan kedatangan-Nya.

Tuhan Yesus Memberkati.

Dibuat oleh: Sr. Maria Magdalena Tan Ingnawati Tan Djaja, Mahasiswa Fakultas Teologi Wedabhakti, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, NIM: 256312005

Dikoreksi oleh: Romo Bobby Steven Timmerman, MSF, Dosen Kitab Suci Fakultas Teologi Wedabhakti, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Sumber: https://web.whatsapp.com/sringnawati